Saat ini tingginya angka kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, konflik sosial, kriminalitas, terorisme dan bencana alam menciptakan masalah baru terutama dalam hal penanganan korban / penderita gawat darurat dilokasi kejadian sampai dengan tiba di rumah sakit.
Korban karena kecelakaan, terorisme dan bencana alam saat ini menduduki 5 besar penyebab kematian di Indonesia, hal ini diperburuk dengan minimnya sarana pertolongan yang cepat dan tepat untuk meresponse setiap kejadian kecelakaan dan musibah masal.
Dalam suatu kejadian sering kali kita melihat korban ditangani oleh orang sekitar lokasi yang sama sekali tidak mengerti cara pertolongan yang benar, selain itu tidak adanya peralatan menyebabkan pertolongan hanya terkesan asal-asalan. Tidak cukup sampai disitu untuk membawa korban ke rumah sakit hanya mengandalkan kendaraan yang ada dilokasi dan kebetulan mau dimintai tolong. Tidak jarang masih terlihat korban dibawa dengan bajay, taksi, mobil bak, truk dan lain-lain. Sungguh ironi, karena hal itu menggambarkan betapa tidak berharganya nyawa manusia dinegeri ini.
Seperti dinegara maju, idealnya ketika terjadi kecelakaan, dalam waktu kurang dari sepuluh menit dilokasi kejadian telah hadir polisi, Fire rescue dan ambulance. Polisi bertugas mengamankan lokasi kejadian, Rescue bertugas untuk membantu pengeluaran korban dan antisipasi kebakaran dan Ambulance beserta paramediknya bertugas untuk penanganan korban dilokasi kejadian sampai dengan rumah sakit rujukan.
Polisi dan pemadam kebakaran / rescue sudah banyak kita lihat walaupun sering kali terlambat datang saat dibutuhkan. Namun Ambulance beserta paramediknya masih belum ada disebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan dikalangan pemegang kebijakan kesehatan sendiri masih banyak yang belum paham mengenai fungsi ambulance beserta paramediknya. Mereka masih beranggapan bahwa ambulance hanya sekedar dipajang dirumah sakit saja sekedar untuk memindahkan pasien antar rumah sakit dan membawa jenajah.
Jika saja diseluruh pelosok negeri ini atau paling tidak dikota-kota besar, sudah tersedia pelayanan ambulans gawat darurat pra rumah sakit dengan perlengkapan yang memadai dan didukung oleh petugas paramedik yang profesional tentu angka kematian dan cedera sekunder dilokasi kejadian sampai dengan rumah sakit rujukan bisa ditekan seminimal mungkin. Idealnya setiap ada kejadian kecelakaan, musibah masal atau gawat darurat medik setiap orang bisa mendapatkan pertolongan kurang dari 10 menit.
Hal ini merupakan tugas berat bagi para pemegang kebijakan kesehatan dinegeri ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga negaranya. Sehingga pelayanan gawat darurat tidak hanya beroerientasi pada pelayanan rumah sakit tetapi juga pada pelayanan pra rumah sakit. (Zz)
Hal ini merupakan tugas berat bagi para pemegang kebijakan kesehatan dinegeri ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga negaranya. Sehingga pelayanan gawat darurat tidak hanya beroerientasi pada pelayanan rumah sakit tetapi juga pada pelayanan pra rumah sakit. (Zz)








0 komentar:
Posting Komentar